Posted on April 21st, 2011 at 11:28 pm by evoband95 and

Adalah yang namanya Didit. Sebelumnya dikenal sebagai gitaris dan motor grup alternatif-rock, Plastik. Belakangan ia aktif mendukung rekaman dan show untuk Melly Goeslaw dan Syaharani, selain juga bertindak sebagai produser/music director utk soundtrack film “Realita Cinta & Rock N’ Roll”.
Kemudian gitaris lain, Adnil. Sebelumnya dikenal sebagai gitaris utama kelompok Base Jam, dan juga mendukung artis2 beken seperti Ada Band, Tere, dan penyanyi jelita Audy.
Ada pula Erwin Prasetya. Bassis ini dikenal juga sebagai songwriter dimana saat masih bergabung dalam Dewa (19), banyak lagunya seperti “Kirana” dan “Kamulah Satu-Satunya” muncul sebagai hits besar. Terakhir ini Erwin juga memperkuat formasi Nu-KLa bersama Katon Bagaskara dan Adi Adrian.
Selain itu ada drummer, yang ternyata memiliki banyak penggemar fanatik, Ronald Fristianto. Ronald sebelum ini dikenal sebagai mantan drummer GIGI, kemudian membentuk DR. PM yang telah bubar, selain dikenal sebagai salah satu session-drummer terlaris.
Masih belum berhenti sampai di keempat nama di atas. Ini yang paling muda dengan kasus terunik. Dia sudah bermukim di Amerika Serikat selama 8 tahun. Sudah punya grup band di Boston yg bernama Venus Bullet yang telah menghasilkan album anyar “Fables of Divination”. Selain itu, sehari-hari diapun menjadi dosen di 2 buah sekolah musik di sana.
Lebih unik karena musisi muda ini di atas pentas terbiasa bermain rangkap, yakni memainkan gitar dan keyboard sekaligus. Selain itu dia juga termasuk dari sedikit orang di dunia yg memainkan alat musik futuristis bernama Air Synth (alat musik teknologi infra-red yg menghasilkan suara dengan mendeteksi pergerakan tangan). Dan hebatnya juga dia adalah salah satu dari hanya 2 anak muda Indonesia yang berhasil lulus dari sekolah musik kenamaan dunia, Berklee College of Music di Boston, di tahun 2004 silam. Keyboardis cum gitaris grup Venus Bullet yg kini telah gabung dengan eVo ini bernama Angga “Mr. Ang” Tarmizi.
Dapatlah 5 nama musisi di atas. Adalah bintang cantik,Deswita Maharani yang berkongsian dengan 2 nama yang tengah berkibar kencang di dunia management artis dan dunia rekaman di tanah air saat ini, POS Entertainmentdan Sony BMG . Persekutuan Deswita nan jelita dan public figure yang mempercantik layar kaca, dengan POS Entertainment dan Sony BMG yang berpengalaman luas di dunia showbiz, lantas membesut sebuah konsep berbau sensasional.
Ujung-ujungnya dari persekutuan di atas tersebut adalaheVo. eVo diniati serius sebagai sebuah kelompok pengusung musik rock n roll baru yang akan memanaskan pentas dan sekaligus pasar musik tanah air. Kebetulan kelima musisi mencapai kesepakatan dengan ketiga nama tersebut, karena kelimanya memang berkeinginan kuat memiliki lagi sebuah grup band yang serius, yang dapat menjadi wadah mereka menumpahkan ekspresi rock mereka!
Kelima musisi mengatakan, eVo adalah hidup mereka yang baru, yang membuat mereka kembali menemukan gairah untuk aktif berkreasi. Mengenai grup-grup sebelumnya, mereka menyatakan itu adalah masa lalu mereka. Biarlah menjadi bagian dari kehidupan kita masing-masing saja, dan kita sudah menutup buku. Kita buka buku baru bernama eVo ini, dan marilah kita sepakat membicarakan hanya eVo saja, ucap mereka yakin.
Musik yang mereka semua sepakati, sebagai jalan hidup eVo adalah dasarnya Rock n Roll. Rock n Roll di sini dijadikan sebagai spirit dasar konsep eVo. Mereka ingin memanaskan pentas musik di sini, yang bener-bener bikin panas dengan rock yang kencang, cepat, dan menggebu-gebu, tapi juga bisa melodius, catchy, dan diterima kuping banyak orang.
Sementara Deswita, sebagai salah satu inspirator dan kini bertindak sebagai personal-manager eVo, menyatakan optimismenya bahwa eVo akan segera menjadi salah satu grup rock baru terdepan tanah air. Alasan utama, kelima eVo telah menyatukan visi, misi dan idealismenya secara solid. Soal kemampuan musikalitas mereka kan tidak perlu diragukan lagi. Ini membuat saya sangat bergairah mendukung sekalian mengurus mereka, ucap Deswita.
Tapi lima musisi berkualifikasi jempolan, dengan jam terbang lumayan tinggi sampai ada yang berpengalaman internasional segala, apa sudah cukup? Tunggu dulu, bagaimana dengan vokalisnya? Masak eVo tanpa vokalis?
Nah, ini dia! Diskusi panjang, alot kadang tegang kadang sangat serius tapi tak jarang penuh canda juga, membuahkan sebuah ide iseng, nakal tapi seru, yaitu eVo cari vokalis yang baru dan segar. Idenya menjadi, vokalis eVo dicari dengan menggali potensi yang mungkin saja tersembunyi di daerah-daerah di luar ibukota.
Caranya? Beruntunglah eVo, karena POS-Entertainment dan Deswita Maharani akhirnya bertemu dan lantas bersepakat dengan stasiun televisi INDOSIAR. Jadilah sebuah konsep acara bertajuk, “Reinkarnasi : eVo cari vokalis rock!”
Dan… setelah berlangsung sejak Februari 2006, dengan menjalani tour nasional yg meng-audisi ribuan vokalis rock, yg diteruskan dengan death match di Indosiar antara 10 rocker finalis, maka berakhirlah pencarian pada Selasa 30 Mei 2006 silam. Lewat malam grand-final yang dramatis, dan tentu saja tetap ditayangkan stasiun televisi Indosiar, eVo pun akhirnya mendapatkan sang vokalis idaman!
eVo mungkin memang beruntung. Jadi tak hanya sang vokalis terpilih yang beruntung dapat tiket masuk formasi sebuah supergroup. Kedua belah pihak sebenarnyalah, saling membutuhkan, saling menantikan.
ELDA, yang berasal dari Jogjakarta dan berusia 23 tahun. Dialah yang dipilih eVo dari rangkaian sepanjang 3 bulan serial “REINKARNASI : eVo cari vokalis Rock” di Indosiar. eVo menyatakan, segala hal yang menjadi kriteria yang ditetapkan eVo ada pada diri ELDA. Dia tak sekedar punya vokal sempurna, tapi juga dirasakan yang paling cepat beradaptasi dengan lingkungan eVo. Elda pula yang dianggap eVo memiliki segenap bakat untuk menjadi the Next Female Rock Icon di Indonesia.
Seperti apakah musik Rock-nya eVo kelak dengan Elda sebagai frontliner-nya? Ada bagusnya kita menantikan bersama, akan menjadi Rock seperti apa eVo dengan vokalis berkarakter khas dan unik bernama Elda.
Yang jelas, begitu memperoleh Elda, eVo langsung mempersiapkan diri secara serius untuk mengerjakan debut album mereka. Ditargetkan debut album eVo kiranya akan dapat dirilis selambat-lambatnya pada 01/07.*****/dM ..
Member Since:
March 19, 2006
Members:
Angga “Mr. Ang” Tarmizi- Synthesizers, Vox

Adnil Faisal- Guitars, Vox
..
Didit Saad- Guitars, Vox

Erwin Prasetya- Bass
..
Ronald Fristianto- Drums
..
Elda- vox

Influences:
Just listen and we’ll let you decide
Sounds Like:
Explosion